Rabu, 12 Oktober 2016

PEMECAHAN MASALAH LAPISAN FISIK WAN

PEMECAHAN MASALAH LAPISAN FISIK WAN
Oleh : Citra Risky Septiana



A.  Pengertian Ring Wearing
teknologi token ring jaringan area lokal (LAN) adalah protokol komunikasi untuk jaringan area lokal. Ini menggunakan bingkai khusus tiga byte disebut "tanda" yang bergerak di sekitar "cincin" logis dari workstation atau server. token passing ini adalah metode akses channel menyediakan akses yang adil untuk semua stasiun, dan menghilangkan tabrakan metode akses berbasis contention.
Diperkenalkan oleh IBM pada tahun 1984, yang kemudian distandarisasi dengan protokol IEEE 802.5 dan cukup berhasil, terutama di lingkungan perusahaan, namun secara bertahap dikalahkan oleh versi Ethernet.
(Fokus utama dari artikel ini adalah IBM / IEEE 802.5 versi, tapi ada beberapa implementasi lain sebelumnya cincin token). (Damayanti, 2016)

B.   Ethernet ISU Wiring

Keluarga teknologi jejaring komputer untuk jaringan wilayah setempat (LAN) yang biasanya menghubungkan banyak perangkat yang relatif dekat satu sama lain. Contohnya : Sistem jaringan pada gedung yang sama. Sejarah ethernet ini bermula dari sebuah pengembangan WAN di Universitas Of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA" . dan pada tahun 1975, Xerox Coporation mendesign Ethernet yang bisa menghubungkan 100 komputer dengan kecepatan 2,94 megabit/sekon melalui kabel yang cukup panjang, yaitu 1 km. (Wahid, 2016)

C.   Fast Ethernet Kabel

Semakin berkembang aplikasi lewat LAN seperti CAD, image processing, audio dan vidio di mana dibutuhkan transportasi data yang menuntut kapasitas yang lebih besar dalam LAN maka ada implementasi LAN lagi yang disebut Fast Ethernet atau disimbolkan dengan 100BASET. Fast Ethernet mampu mentransfer data hingga 100 Mbps.
Topologi Fast Ethernet tidak jauh beda dengan 10BASE-T.versi-versi terbaru Fast Ethernet inipun sudah banyak macam ragamnya. Misal: 100Base-t4 (Menggunakan UTP 4 pair seperti 10 Baset), 100BASE-XF (Menggunakan dua kabel serat optik pada masing-masing jalur pengirim dan penerima). (Prasetio, 2016)

D.    Encoding

Encoding adalah proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan komunikasi data dan penyimpanan data. Kedua hal inilah yang saling mendukung untuk mengubah bentuk sinyal sehingga bisa disalurkan dari pengirim ke penerima. Dalam hal modulasi, komunikasi data ada yang menggunakan sinyal digital. Tetapi komunikasi ini memiliki kelemahan yaitu jarak tempuh yang tidak terlalu besar akibat pengaruh noise berupa redaman yang terjadi pada media transmisi. Sedangkan komunikasi data menggunakan sinyal analog jarak tempuhnya akan menjadi lebih besar. (betry, 2012)
Fiber optic adalah media transmisi yang terbuat dari serat kaca dan plastik yang menggunakan bias cahaya dalam mentransmisikan data. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spectrum yang sangat sempit.  Media transmisi fiber optic sudah menggantikan eranya media copper (tembaga) dengan alasan bahwa fiber optic memiliki kelebihan, yaitu : informasi ditransmisikan dengan kapasitas (bandwidth) yang tinggi, karena murni terbuat dari kaca dan plastik maka signal tidak terpengaruh pada gelombang elektromagnetik dan frekwensi radio. Sementara media tembaga dapat dipengaruhi oleh interferensi gelombang elektromagnetik dan media wireless dipengaruhi oleh frekwensi radio. Dengan kelebihan yang dimiliki ini maka fiber optic sudah banyak digunakan sebagai tulang punggung (backbone) jaringan telekomunikasi. (duniailmoe, 2014)

DAFTAR PUSTAKA

betry. (2012, 10 22). PENGERTIAN ENCODING. Retrieved 10 12, 2016, from betry romansyah: http://beecry.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-encoding.html
Damayanti, E. (2016, 09 03). Troubleshooting Lapisan Fisik Jaringan WAN. Retrieved 10 12, 2016, from Blog ku Evita Dong : http://tavita28.blogspot.co.id/2016/09/troubleshooting-lapisan-fisik-jaringan.html
duniailmoe. (2014). Pengenalan Fiber Optic. jakarta: http://duniailmoe.blogspot.co.id/2014/03/pembelajaran-tentang-fiber-optic.html.
Prasetio, R. (2016, 09 09). troubleshooting lapisan fisik wan . Retrieved 10 12, 2016, from Zona Komputer: http://zonaakomputer.blogspot.co.id/2016/09/troubleshooting-lapisan-fisik-jaringan.html
Wahid, A. (2016, 10 12). troubleshooting lapisa fisik wan . Retrieved 10 12, 2016, from MARUVI: http://wakidong.blogspot.co.id/2016/09/troubleshooting-lapisan-fisik-jaringan.html

NAMA            : CITRA RISKY SEPTIANA
SEKOLAH     : SMKI 1 BLITAR

JOBSHEET    : TKJ 

TERTARIK DENGAN TULISAN SAYA KLIK DISINI

Senin, 19 September 2016

PENGATURAN JARINGAN PERUSAHAAN

PENGATURAN JARINGAN PERUSAHAAN
Oleh : Citra Risky Septiana
A.    Pengertian
Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya.
Konsep dasar routing
Bahwa dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing lansung dan routing tidak langsung.
·         Routing langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer dengan alamat 192.168.1.3
·         Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat hort tujuan. (contoh: komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirim data ke komputer dengan alamat 192.1681.3, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat 192.168.1.3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan. (Erik, 2013)
Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut.
Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari system ke system lain. Proses routing dilakukan secara hop by hop.IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan. (Handriyanto, 2006)
B.     Komponen Router
1. RAM
Fungsi utama RAM pada router adalah menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table, menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian paket. Sifat RAM adalah semua data yang disimpan akan hilang ketika kehilangan sumber daya atau pada saat akan direstart.
2. NVRAM (Non Volatile RAM)
NVRAM berguna untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-up configuration). Isinya akan tetap ada walaupun router kehilangan power. Ini mungkin termasuk alamat IP (Routing protocol, Hostname dari router)
3. FLASH MEMORY
Flash berguna untuk menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini bisa menyimpan berbagai versi software IOS. Merupakan jenis EEPROM (Electronically Erasable Programmable ROM), jadi walaupun router kehilangan power, isinya tetap ada.
4. ROM
ROM berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
5. INTERFACE
interface merupakan komponen eksternal dari suatu router. Sebelum menkonfigurasi router, masing-masing fungsi komponen tersebut harus diketahui terlebih dahulu karena komponen yang akan dikoneksikan ke router menggunakan interface yang berbeda tergantung komponennya yang akan dihubungkan. Gambar di atas memperlihatkan interface standar yang dimiliki oleh sebuah router yang meliputi:
·         Serial Ports, terdiri dari Serial0 dan Serial1
·         Fast Ethernet Ports, pasti udah pada kenal semua
·         Console Port, port utk menghubungkan router dgn dunia luar, port ini akan terhubung ke serial port di PC kita dengan menggunakan kabel Roll Over
·         Auxiliary Port, hampir sama dengan Console Port, dan tidak semua port ini dimiliki oleh router
·         Power Switch, untuk power

Untuk bisa terhubung ke router kita membutuhkan diantaranya sebagai berikut :
·         Port Console
·         Port Aux
·         Telnet (Ethernet atau Serial Port) (santekno, 2012)
C.     Macam routing
a.      Static Routing
Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual oleh admin jaringan. Routing static merupakan routing yang paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.
b.      Dynamic Routing
Dynamic Routing adalah routing yang dilakukan secara otomatis oleh sebuah router. Router membuat table routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya. Dynamic routing merubah isi table routing secara otomatis tergantung dari keadaan jaringan. (PANGESTU, 2014)
D.    Konfigurasi Routing
FYI:
·         Router ke router : Kabel DTE, Port Serial
·         Router ke switch : Kabel Straight, Port FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
·         Switch ke PC : Kabel Straight, Port FastEthernet
·         Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE, jadi tidak perlu clock rate.
·         (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
·         (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT)
·         Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)
Konfigurasi Router0:
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#
//setting interface fastethernet
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.11.1 255.255.255.240
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
//setting interface serial
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address 192.168.15.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no clock rate
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
//setting ip route
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.15.2
Konfigurasi Router1:
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#
//setting interface fastethernet
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.240
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
//setting interface serial
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address 192.168.15.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no clock rate
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
//setting ip route
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.15.1
Note:
·         Karena CIDR /28 maka subnet mask 255.255.255.240
·         Karena CIDR /30 maka subnet mask 255.255.255.252
·         Pada ip route karena kita menggunakan default route maka isikan 0.0.0.0 untuk network dan mask
Konfigurasi Client/PC:
·         Klik image PC
·         Klik Tab Desktop
·         Pilih IP Configuration
·         Pilih Static
·         Isi sesuai dengan Network masing-masing Client/PC (Haryono, 2015)

DAFTAR PUSTAKA

Erik, S. (2013, 06 06). Pengertian Routing dan Router. Retrieved 09 20, 2016, from SSH ONLY: http://sshonly.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-routing-dan-router.html
Handriyanto, D. F. (2006). KAJIAN PENGGUNAAN MIKROTIK ROUTER OS™ SEBAGAI. kalimantan: unsri.pdf.
Haryono, S. (2015). Cara Konfigurasi Router dengan Default Route di Cisco Packet Tracer. jawa timur: soniharyono.wordpress.
PANGESTU, D. (2014, 12 1). PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS ROUTING. Retrieved 09 20, 2016, from dhamar tekaje: http://dhamar-tkj.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-routing-router-cisco.html
santekno. (2012, 10 10). SanTekno. Retrieved 09 20, 2016, from berbagi ilmu teknologi: http://santekno.blogspot.co.id/2012/10/komponen-router-dan-fungsinya.html#popup

NAMA            :CITRA RISKY S
SEKOLAH     :SMKI 1 BLITAR

JOBSHEET    :TKJ 

TERTARIK DENGAN TULISAN SAYA KLIK DISINI

Sabtu, 17 September 2016

NAT DAN PAT

NAT DAN PAT
Oleh : Citra Risky Septiana
A.    NAT
1.      Pengertian
Network Address Translation (NAT)  adalah proses penulisan ulang (masquerade) pada alamat IP asal (source) dan/atau alamat IP tujuan (destination), setelah melalui router atau firewall. NAT digunakan pada jaringan dengan workstation yang menggunakan IP Privatesupaya dapat terkoneksi ke Internet dengan menggunakan satu atau lebih IP Public. (yoga, 2014)
2.      Jenis Jenis
·         Static NAT one-to one mapping Statik Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside). Setiap IP private host ke sebuah IP public Alamat lokal dan global dipetakan satu lawan satu secara Statik.
·         Dynamic NAT di sediakan pool IP public yang direserved untuk di gunakan. Oleh client. Dinamik NAT dengan Pool (kelompok) Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT Dinamik ini dapat memetakan bebarapa kelompok alamat lokal ke beberapa kelompok alamat global. NAT Overload Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. (Apriliyana, 2015)
3.      Konfigurasi
Memulai Konfigurasi
1. Membuat IP POOL bernama konek global u/ NAT
Router(config)#ip nat pool konek 202.51.226.40 202.51.226.40 netmask 255.255.255.0
2. Tentukan access-list untuk network 192.168.0.0. Network tersebut adalah network yang diizinkan untuk translasi.
Router(config)#access-list 99 permit 192.168.0.0 0.0.0.255
3. setelah itu..kita terapin translasi dynamic menggunakan access list dan IP pool yg tlah kita bwat
Router(config)#ip nat inside source list 99 pool konek overload
4. Masuk ke interface f0/0, truz konfigur IP dan terapkan NAT pd jaringan dalam (Interface Dalam)
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.0.1 255.255.255.0
Router(config-if)#ip nat inside
Router(config-if)#no shut
5. Lalu masuk ke int fa1/0, truz konfigur IP dan terapkan NAT pd jaringan luar (Interface Luar)
Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#ip add 202.51.226.40 255.255.255.240
Mochammad Taufiq
m_taufiq_2005@yahoo.com
pick@jardiknas.net
YM: talack_three
G-Talk: error.student@gmail.com
Router(config-if)#ip nat outside
Router(config-if)#no shut
6. simpen dech...hasil konfigurasi
Router# write mem
7. terakhir lakukan uji coba dari client (Taufiq, 2013)
Konfigurasi pada windows 7:
Control panel







Click Network and Internet.








Click on Network & Sharing Center.















Klik pada properties èinternet protocol version 4 (TCP/IPV4)















akan muncul tampilan seperti ini èlalu edit

(support, 2015)












2.  PAT
1. pengertian
PAT adalah himpunan bagian dari NAT, dan erat terkait dengan konsep Network Address Translation . Dalam PAT ada umumnya hanya satu alamat IP publik yang terbuka dan menghubungkan beberapa host swasta melalui alamat terkena. Masuk paket dari jaringan publik diarahkan ke tujuan mereka di jaringan pribadi dengan mengacu pada meja yang diselenggarakan dalam perangkat PAT yang melacak pasangan pelabuhan umum dan swasta.
Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port yang diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host di jaringan publik. Dengan cara ini, PAT beroperasi pada lapisan 3 (jaringan) dan 4 (transportasi) dari model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada lapisan 3. (tarihoran, 2010)
2. konfigurasi
Router-SBY: (config)# access-list 7 permit 10.1.1.0 0.0.0.255
(config)# ip nat inside source list 7 int s0/1 overload
 (config)# int s0/1
(config-if)# ip nat outside
(config-if)# int f0/0
 (config-if)# ip nat inside
(config-if)# end # sh ip nat translation #
debug ip nat Router-MDN:
 (config)# access-list 7 permit 10.1.5.0 0.0.0.255
(config)# ip nat inside source list 7 int s0/1 overload
(config)# int s0/1
(config-if)# ip nat outside
(config-if)# int f0/0
(config-if)# ip nat inside
(config-if)# end
Router-JKT:
(config)# access-list 33 permit 10.1.3.0 0.0.0.255
(config)# ip nat inside source list 33 int s0/1 overload
(config)# int s0/1
(config-if)# ip nat outside
(config-if)# int f0/1
(config-if)# ip nat outside
(config-if)# int f0/0
(config-if)# ip nat inside
(config-if)# end # sh ip nat translation # terminal monitor # debug ip nat PC : C:> ping 203.100.15.1 -t C:> ping 152.118.25.1 -t C:> ping 66.24.35.77 -t (cisco, 2013)

DAFTAR PUSTAKA

Apriliyana, L. (2015, 11 25). Pengertian dan jenis jenis NAT (Network Address Translation). Retrieved 09 13, 2016, from Azhary666: http://azharyeluthfy.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-dan-jenis-jenis-nat-network.html
cisco, k. (2013, 05 03). KONFIGURASI NAT & PAT. Retrieved 09 13, 2016, from komunitas cisco: http://komunitas-cisco.blogspot.co.id/2013/05/konfigurasi-nat-pat.html
support. (2015, 09 12). Windows 7 - NAT Setup. Retrieved 09 13, 2016, from Zen Internet: https://support.zen.co.uk/kb/Knowledgebase/Windows-7-NAT-Setup
tarihoran, r. (2010, 06 10). Port Address Translation (PAT). Retrieved 09 13, 2016, from Inspirasiku: http://rikky-myinspiration.blogspot.co.id/2010/06/port-address-translation-pat.html
Taufiq, M. (2013). NAT (Network Address Translation) . jakarta: http://oke.or.id/.pdf.
yoga, H. (2014, 01 12). Pengertian Network Addres Translation(NAT). Retrieved 09 13, 2016, from Hendra yoga: http://hendrayogawijayageni.blogspot.co.id/


NAMA            : CITRA RISKY SEPTIANA
SEKOLAH     : SMKI 1 BLITAR

JOBSHEET    : TKJ

TERTARIK DENGAN TULISAN SAYA KLIK DISINI